A. Karakteristik Remaja.
Karakteristik artinya orang yang mempunyai sifat yang khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Sedangkan Remaja adalah mereka yang telah meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh dengan ketergantungan dan menuju pada masa kedewasaan.
Pada masa itu sorang remaja pasti akan mengalami sederetan perubahan-perubahan yang terjadi. baik perubhan jasmani maupun perubahan rohani. Perunahan jasmani bisa kita lihat dengan jelas, misalnya adanya pertumbuhan badan yang mencolok sehingga para remaja akan sering berlama-lama di depan kaca, merasa resah akan keadaan tubuhnya yang begitu cepat berkembang.
Adapun perubahan yang berhubungan dengan kejiwaan (rohani), misalnya :
- Suka mencari perhatian orang lain, agar ia dapat pujian.
- Selalu berusaha melepaskan diri dari berbagai macam aturan yang menurutnya terlalu mengikat.
- Semua nasehat Orangtua atau Guru dianggap ketinggalan jaman (kuno/jadul), kolot, terbelakang dll.
- Sering berontak terhadap sesuatu yang dipaksakan, baik yang berasal dari orangtua, guru atau sahabat yang tidak sependapat dengan dia.
- Kalau berbicara agak keras dianggapnya marah dan tidak suka kepada dia.
- Yang lebih khas lagi, mulai melirik-lirik kepada lawan jenisnya.
Jika para orangtua mengatakan bahwa para remaja selalu menyusahkannya, maka tidak jarang para orangtua mempunyai anggapan bahwa "remaja memang selalu menyusahkan orang lain". Anggapan demikian seharusnya diakui oleh para remaja, karena sebenarnya itu tidak terlalu berlebihan; buktinya sebagian remaja masih ada yang menunjukkan prilaku-prilaku yang tidak baik bahkan terkesan sadis, misalnya tawuran pelajar atau penggunaan obatan-obatan terlarang.
Sebaiknya para remaja, memperbanyak kegiatan yang bermanfaat. Misalnya ikut kegiatan Olahraga, pramuka, organisasi, kursus-kursus dan skill-skill yang lain yang dapat menumbuhkan potensinya dan menunjang masa depannya.
B. Tata Cara Pergaulan Remaja.
Tata cara pergaulan remaja tolak ukurnya adalah bersumber dari Al-Qur'an dan as-Sunnah. Karena didalam Al-Qur'an sendiri dengan tegas menyebutkan tentang pergaulan di antara manusia yang berlainan jenis, misalnya :
- Jika berjumpa ucapkanlah salam.
- Baik laki-laki maupun wanita harus menundukkan pandangan mereka.
- Tidak boleh berdua-duaan dalam satu tempat.
- Jika mau bepergian harus disertai mahramnya.
- Dalam berpakaian harus tertutup auratnya.
- Menjauhi segala sesuatu yang mendekati perbuatan zina.
C. Dalil tentang Pergaulan Remaja.
- Dalil dari Al-Qur'an.
Dalil-dalil yang berhubungan dengan pergaulan remaja, diantaranya adalah dalam surat al-Ahzaab ayat 59. yang artinya : " Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-orang mukmin: " Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang." {QS. Al-Ahzaab ayat : 59 }.
Firman Allah lainnya ditekankan kepada para pria, terdapat dalam surat an-Nuur ayat 30, yang artinya : " Katakanlah kepada oranglaki-laki yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat". {QS. An-Nuur : 30 }.
dan didalam surat An-Nuur pula pada ayat selanjutnya yaitu ayat 31 yang artinya : " Katakanlah kepada wanita yang beriman :"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami merka atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukul kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. {QS. An-Nuur ayat 31 }.
2. Dalil dari As-Sunnah
Mulailah bertindak atau berprilaku dengan akhlak terpuji, tentunya harus berkaca kepada prilaku Rasulullah. jangan salah kaprah dengan cara meniru prilaku orang orang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. dalam hal ini beliau bersabda :
"Bahwasanya aku diutus ke permukaan bumi ini hanya untuk menyempurnakan akhlak" (H.R Muslim)
Rupanya tidak setiap orang bisa dijadikan sebagai teman pertimbangan secara matang dalam memilih teman. Pilihlah teman yang berakhlak mulia, jangan memilih teman seorang pemarah, angkuh, egois apalagi suka kepada harta orang lain yang akhirnya ingin dimilikinya.
Sabda Rasulullah yang berkaitan dengan kasih sayang
" Allah telah menjadikan rahmat dalam seratus bagian, satu bagian diturunkan di bumi untuk jin, manusia, hewan-hewan dan binatang-binatang kecil. Maka dengan rahmat itu mereka berbelas-kasihan dan berkasih sayang, dan Allah menangguhkan rahmat-Nya yang 99 untuk merahmati hamba-hambaNya pada hari kiamat " (H.R Muslim)
Rahmat dengan bahasa yang gampang disebut dengan istilah kasih sayang, dalam kehidupan sehari-hari sering dipraktekkan oleh para remaja yang berujung kepada pacaran. Sungguh mulia anugerah yang diberikan kepada kita dalam bentuk rahmat atau kasih sayang itu, seyogyanya kita mensyukuri secara benar jangan salah kaprah.
Rasulullah SAW melarang dua remaja berdua-duaan seperti disebutkan dalam sebuah hadits:
"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya jangan berdua-duaan dengan perempuan tanpa disertai oleh mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syetan" (H.R Ahmad)
Dalam hadits lain Rasulullah melarang laki-laki yang bukan mahramnya bersentuhan (bersalaman).
"Sungguh ditusuk pada kepala seorang kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada menyentuh wanita (bersalaman) yang tidak halal" (H.R Thabrani dan Al-Baihaqi).
Sentuhan pertama mungkin belum apa-apa tapi sentuhan berikutnya akan menghantarkan kepada perbuatan zina. Karena kalau sudah terbiasa seperti itu bukan lagi bersentuhan melalui salaman melainkan bagian bagian lani juga kemungkinan besar akan dilakukan sehingga kedua belah pihak sama-sama menghendakinya. Misalnya sentuhan pada rambut, atau pada bagian badan/panggung dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar